Ziarah ke Makam Gus Dur, Tokoh Muda NU Jombang Ajak Pengusaha Nasional Lirik Potensi Investasi Daerah

JOMBANG — Ziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid, di kawasan Pesantren Tebuireng, Jombang, menjadi momen refleksi sekaligus dialog ekonomi bagi sejumlah pengusaha nasional. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh tokoh muda Nahdlatul Ulama Jombang, Mohammad Misbah, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Jombang.

Dalam kesempatan tersebut, Misbah mengajak sejumlah pengusaha keturunan Tionghoa yang memiliki usaha besar di bidang industri sandal, sepatu, serta makanan ringan untuk berziarah sekaligus melihat potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Jombang.
Misbah menjelaskan bahwa kegiatan ziarah tersebut bukan sekadar agenda spiritual, melainkan juga menjadi ruang diskusi mengenai peluang investasi yang bisa dikembangkan di Jombang, khususnya yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan kalangan santri.

“Alhamdulillah kami bisa mengajak beberapa pengusaha Tionghoa yang memiliki perusahaan besar di bidang sandal, sepatu, hingga snack yang cukup terkenal di Indonesia untuk berziarah ke makam Gus Dur di Tebuireng. Selain ziarah, kami juga berdiskusi tentang potensi usaha yang bisa dikembangkan di Kabupaten Jombang,” ujar Misbah.
Misbah sendiri dikenal sebagai tokoh muda NU yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Ia merupakan putra dari Kiai Sadjad, seorang ulama yang dikenal luas sebagai ketua tarekat dan tokoh Nahdlatul Ulama yang memiliki pengaruh di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Misbah, sosok Gus Dur menjadi inspirasi besar bagi banyak kalangan, termasuk para pengusaha yang turut hadir dalam ziarah tersebut. Nilai-nilai toleransi, kemanusiaan, dan keterbukaan yang diwariskan Gus Dur dinilai relevan dalam membangun hubungan ekonomi yang inklusif.
“Para pengusaha yang hadir juga mengidolakan Gus Dur. Beliau adalah tokoh yang memperjuangkan kemanusiaan dan persatuan. Nilai-nilai itu yang kami harapkan bisa menjadi inspirasi dalam membangun kerja sama ekonomi yang lebih luas,” jelasnya.
Dalam ziarah tersebut, sejumlah pengusaha yang ikut hadir di antaranya adalah Fendy Gunawan, Echwanto, serta Haryono Halim. Mereka dikenal sebagai pengusaha yang bergerak di sektor industri alas kaki serta makanan ringan yang produknya telah beredar luas di pasar nasional.
Fendy Gunawan mengaku terkesan dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Gus Dur. Menurutnya, Gus Dur merupakan sosok pemimpin yang mampu menjembatani perbedaan dan memberikan teladan dalam kehidupan berbangsa.
“Bagi kami, Gus Dur adalah tokoh besar yang sangat menginspirasi. Beliau menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Nilai itu juga penting dalam dunia usaha, karena bisnis yang sehat harus dibangun dengan sikap saling menghargai dan terbuka,” kata Fendy.
Sementara itu, pengusaha industri alas kaki Echwanto menilai bahwa Kabupaten Jombang memiliki potensi besar untuk pengembangan usaha, terutama karena memiliki sumber daya manusia yang kuat, termasuk dari kalangan pesantren.
“Kami melihat Jombang memiliki potensi besar. Selain dikenal sebagai kota santri, daerah ini juga memiliki tenaga kerja yang potensial. Jika dikelola dengan baik, tentu bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Haryono Halim yang bergerak di industri makanan ringan. Ia menyebut bahwa kedatangannya ke Jombang sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat peluang usaha yang dapat dikembangkan di daerah tersebut.
“Ziarah ke makam Gus Dur memberikan pengalaman spiritual yang luar biasa. Selain itu, kami juga mendapat banyak informasi mengenai potensi ekonomi di Jombang. Kami berharap ke depan bisa menjajaki peluang kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Haryono.
Misbah menambahkan, diskusi yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit setelah ziarah tersebut membahas berbagai kemungkinan pengembangan usaha yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Jombang, khususnya bagi kalangan santri dan generasi muda.
Ia berharap ke depan akan semakin banyak pengusaha yang tertarik untuk menanamkan investasi di Kabupaten Jombang. Menurutnya, pemerintah daerah juga membuka peluang seluas-luasnya bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di daerah tersebut.
“Kami ingin mempertemukan potensi ekonomi Jombang dengan para pengusaha nasional. Harapannya, investasi yang masuk nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, dan memberdayakan para santri di Kabupaten Jombang,” pungkasnya.
Dengan semangat tersebut, ziarah ke makam Gus Dur tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *