Dinas PUPR Provinsi,Polres Probolinggo

 

PROBOLINGGO // — Polda Jawa Timur,PT KAI,Kontraktor pelaksana yang entah siapa

Semua lenyap,Semua sunyi,

Semua seperti tidak merasa bersalah.

Apakah mereka tidak melihat? Atau pura-pura tidak lihat?

Warga setiap hari jatuh, terpeleset, tersangkut.

Tapi respons pemerintah justru seperti ini bukan masalah serius.

Padahal ini jalan nasional jalur utama titik rawan kecelakaan.

Dan pemerintah Probolinggo?

Hanya memandang dari kejauhan — atau bahkan tidak memandang sama sekali.

Curahtulis Sekarang Adalah Simbol Gagalnya Pengawasan Pemerintah

Tidak perlu teori rumit,

Tidak perlu seminar keselamatan.

Cukup datang ke lokasi, dan Anda akan melihat:

Jalan rusak yang seharusnya tidak rusak.

Pekerjaan yang seharusnya berlanjut, tapi berhenti total.

Rambu yang seharusnya terpasang, tapi hilang.

Petugas yang seharusnya berjaga, tapi tidak ada.

Ini bukan hanya kelalaian.

Ini adalah kegagalan pengawasan yang terang-terangan.

Jika sebuah pekerjaan sekecil ini saja tidak bisa diawasi, bagaimana mereka bisa mengawasi proyek-proyek besar lainnya?

Masyarakat Bukan Boneka — Warga Menuntut Pemerintah Bangun dari Tidur

Setiap hari masyarakat melewati perlintasan itu dengan rasa takut.

Setiap hari mereka berharap tidak jatuh.

Setiap hari mereka berharap tidak tersangkut.

Setiap hari mereka berharap ada perubahan.

Tapi perubahan tidak datang-datang.

Bukan karena tidak bisa, tapi karena pemerintah tidak mau peduli.

Warga punya hak untuk marah.

Warga punya hak untuk menuntut.

Warga punya hak untuk menyatakan bahwa ini tidak bisa dibiarkan.

MCN Online Mendesak Tindakan Nyata, Bukan Janji Kosong

MCN Online dan semua penggiat di Pasuruan Probolinggo menuntut

1. PUPR Kabupaten & Provinsi turun hari ini juga.

2. PT KAI memberikan penjelasan terbuka tentang progres proyek.

3. Polres Probolinggo memasang rambu keselamatan sementara.

4. Kontraktor segera melanjutkan pekerjaan atau diganti.

5. Audit menyeluruh atas kelalaian yang terjadi.

Karena jika pemerintah tidak mau bergerak, maka publik berhak menyimpulkan Bahwa di Curahtulis, keselamatan rakyat pernah dibiarkan begitu saja. Dan ingatan itu tidak akan hilang.

( Yusuf )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *