Polsek Tarokan Kawal Humanis Karya Agung Pengentas-Entas Massal, Wujud Komitmen Polri Jaga Kerukunan Umat Beragama

Kab. Kediri, jatim.expost.co.id – Pendekatan humanis yang terus diimplementasikan jajaran Polsek Tarokan kembali terlihat dalam pengamanan Upacara Karya Agung Pengentas-Entas Massal se-Kecamatan Tarokan Tahun 2026 yang digelar umat Hindu di bawah naungan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Tarokan di Pura Dipa Giri Sakti, Dusun Gunung Butak, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Minggu (2/8/2026).

Sejak kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, personel Polsek Tarokan hadir memberikan pengamanan sekaligus pelayanan kepada masyarakat agar seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan. Kehadiran aparat kepolisian yang mengedepankan pendekatan humanis mendapat apresiasi dari panitia maupun umat Hindu yang mengikuti prosesi keagamaan tersebut.

Sekitar 150 umat Hindu mengikuti rangkaian upacara yang dipimpin para rohaniawan Hindu. Kegiatan yang berada di bawah naungan PHDI Kecamatan Tarokan itu merupakan tradisi keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun dan memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi umat Hindu.

Berdasarkan penjelasan panitia penyelenggara, Karya Agung Pengentas-Entas Massal merupakan ritual sakral yang bertujuan mendoakan serta menghormati para leluhur yang telah meninggal dunia. Bagi umat Hindu, prosesi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan, kedamaian, dan perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus sebagai wujud bakti kepada para leluhur. Tradisi ini juga menjadi bagian dari pelestarian nilai-nilai budaya dan keagamaan yang terus dijaga oleh umat Hindu dari generasi ke generasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Kediri Fraksi PDI Perjuangan Dodi Purwanto, Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., Camat Tarokan Drs. Suharsono, M.Pd., Ida Pandita Empu Nata Jalantik dari Lampung, Ida Nabe dari Bali, Rara dari Trowulan Mojokerto, Ketua PHDI Kabupaten Kediri Yuli beserta jajaran pengurus, Danramil Grogol yang diwakili Danpos Tarokan Peltu Hari Widodo, Bhabinkamtibmas Desa Bulusari Aipda Sulistya Budi W., Babinsa Bulusari Serka Ibnu Mundir, Ketua PHDI Kecamatan Tarokan I Made Sukanasa beserta pengurus, Ketua Panitia I Wayan Sumayasa, serta sekitar 150 umat Hindu se-Kecamatan Tarokan.

Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh Polsek Tarokan bersama unsur TNI dan pemerintah setempat. Selain menjaga keamanan di sekitar lokasi, personel kepolisian juga menjalin komunikasi dan berinteraksi secara humanis dengan tokoh agama, panitia, serta para peserta kegiatan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., mengatakan bahwa kehadiran Polri dalam setiap kegiatan keagamaan merupakan implementasi Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.

“Pengamanan ini bukan sekadar menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga bentuk komitmen Polri untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Kami ingin setiap warga negara memperoleh pelayanan dan perlindungan yang sama dalam menjalankan hak konstitusionalnya untuk beribadah,” ujar AKP Priyo Hadistyo.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang disampaikan para tokoh agama dan panitia, Upacara Karya Agung Pengentas-Entas Massal merupakan tradisi sakral umat Hindu yang memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah mendahului, sekaligus ikhtiar spiritual umat untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Tradisi keagamaan seperti ini merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa yang patut dihormati dan dilestarikan. Selain memiliki nilai religius, kegiatan ini juga mengajarkan penghormatan kepada leluhur, mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta memperkuat kerukunan antarumat beragama. Inilah nilai-nilai kebangsaan yang harus terus kita rawat bersama,” tambahnya.

AKP Priyo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga toleransi, saling menghormati perbedaan, serta bersama-sama memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya membawa ketenangan batin bagi umat Hindu yang melaksanakannya, tetapi juga semakin memperkuat persatuan, kebersamaan, dan keharmonisan masyarakat di Kecamatan Tarokan. Polri akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang humanis,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PHDI Kecamatan Tarokan, I Made Sukanasa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kediri, Forkopimcam Tarokan, TNI, Polri, seluruh panitia, serta umat Hindu yang telah bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Karya Agung Pengentas-Entas Massal Tahun 2026. Kehadiran aparat keamanan yang humanis memberikan rasa aman dan nyaman sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan khidmat,” ungkapnya.

Rangkaian Upacara Karya Agung Pengentas-Entas Massal Tahun 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kebebasan beribadah, memperkuat toleransi, dan memelihara situasi keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Tarokan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *