
Kab. Kediri, jatim.expost.co.id — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengemas pengenalan sejarah lokal dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kebiasaan generasi muda. Melalui fotografi dan video pendek, peserta diajak tidak sekadar mengenal sejarah, tetapi juga memproduksi konten untuk memperluas jangkauan informasi sejarah kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 11-13 Agustus 2026, di Pendopo Sanggar Budaya Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu digelar untuk menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Rabu (12/8/2026).
Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas perwakilan siswa SMA/SMK dan masyarakat umum mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka memperoleh pembekalan sejarah dan kebudayaan sekaligus keterampilan mengolah informasi sejarah menjadi karya visual, seperti fotografi, reels, dan vlog.
Kepala Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Eko Priatno T., S.S.I., mengatakan pendekatan tersebut dipilih agar sejarah lokal tidak berhenti sebagai materi yang dipelajari di ruang kelas atau forum diskusi.
“Kami ingin generasi muda lebih dekat dengan sejarah lokal melalui media yang mereka gunakan sehari-hari, seperti fotografi dan video pendek,” kata Eko.
Menurut dia, perkembangan teknologi dan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan kembali berbagai peristiwa, tokoh, bangunan, dan jejak sejarah yang ada di sekitar masyarakat.
Peserta kegiatan sebelumnya merupakan hasil penyaringan dari 30 besar pendaftar lomba reels. Setelah melalui proses tersebut, mereka mendapat pembekalan mengenai sejarah lokal sekaligus teknik membuat konten yang memiliki nilai informasi.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi sejarah dan budaya dari Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Materi kemudian dilanjutkan dengan pembekalan fotografi yang disampaikan praktisi fotografi Ahmad Sukron Naim.
Hari kedua diisi dengan materi sejarah lokal yang disampaikan Komunitas Sejarah Lokal Pare. Peserta selanjutnya mempelajari teknik membuat video pendek atau reels yang berbobot dari Danu Sugendro.
Materi tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Peserta juga diarahkan memahami bagaimana sebuah informasi sejarah dapat dikemas secara menarik tanpa kehilangan konteks dan nilai edukasinya.
Pada hari ketiga, peserta mempelajari sejarah TGP atau Serangan Umum Kota Pare 22 Mei. Materi tersebut disampaikan Hindro di SMP Negeri 4 Pare. Peserta juga mendapat penjelasan mengenai sejarah Rumah Sakit HVA dari Sigit, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).
Rangkaian kegiatan kemudian membawa peserta keluar dari ruang pembelajaran. Mereka mengikuti walking tour dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di wilayah Pare. Kegiatan itu didampingi pemandu dari komunitas sejarah lokal.
Melalui kunjungan langsung tersebut, peserta dapat melihat jejak sejarah yang sebelumnya mereka pelajari melalui materi. Pendekatan lapangan itu sekaligus memberi kesempatan kepada peserta untuk mengamati objek sejarah dan menggali informasi dari lingkungan sekitarnya.
Eko mengatakan peserta juga didorong melakukan riset sederhana mengenai sejarah yang terdapat di lingkungan mereka. Hasil riset tersebut dapat dikembangkan menjadi karya fotografi atau video pendek yang informatif dan menarik.
“Harapannya mereka tidak hanya mengetahui sejarah, tetapi juga mau melakukan riset kecil dan membagikannya kepada masyarakat melalui teknologi,” ujarnya.
Pemanfaatan media sosial, kata Eko, menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan pengenalan sejarah lokal. Informasi yang sebelumnya mungkin hanya diketahui masyarakat di suatu wilayah dapat dikemas dalam bentuk visual dan disebarluaskan melalui platform digital.
Dalam konteks itu, generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi sejarah, tetapi juga sebagai pembuat dan penyebar pengetahuan. Karya mereka diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat yang lebih luas untuk mengenal sejarah Kabupaten Kediri.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri berharap kegiatan tersebut turut menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap sejarah dan perjuangan para pahlawan. Pemahaman terhadap sejarah lokal dinilai penting untuk memperkuat jati diri sekaligus mendorong generasi muda meningkatkan kualitas diri dan menatap masa depan.
Dengan menggabungkan pengetahuan sejarah, riset lapangan, fotografi, serta video pendek, sejarah lokal diharapkan tidak sekadar menjadi catatan masa lalu. Jejak sejarah di Pare dan wilayah Kabupaten Kediri dapat terus diperkenalkan dalam bahasa visual yang lebih akrab bagi generasi yang tumbuh bersama teknologi digital.