
Kota Kediri, jatim.expost.co.id —- Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri memastikan ketersediaan gas LPG 3kg tetap aman dan terjaga, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan hingga menjelang hari raya Idul Fitri. Kepastian ini disampaikan oleh Moh. Ridwan Kepala Disperdagin Kota Kediri setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), Kamis (12/3).
Pemantauan dilakukan secara langsung di beberapa titik SPBE di wilayah Kota Kediri. Diantaranya PT SAL dan PT LIG. Ridwan menjelaskan, sidak dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan distribusi LPG berjalan lancar sekaligus mencegah potensi kelangkaan di masyarakat. Sekaligus penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pihak terkait, termasuk Pertamina.
Secara keseluruhan, Ridwan memastikan kondisi stok, harga, dan distribusi LPG di pasaran Kota Kediri saat ini berjalan lancar. “Dari hasil pemantauan di lapangan, ketersediaan LPG dalam kondisi cukup dan pasokan berjalan rutin tanpa kendala. Tidak ada keterlambatan distribusi,” ujarnya.
Ridwan juga menegaskan hingga saat ini harga LPG 3 kilogram masih stabil dan belum mengalami kenaikan. Disamping itu permintaan masyarakat dinilai masih dalam batas wajar tanpa adanya lonjakan signifikan. Meski demikian, dikatakan Ridwan pemerintah daerah tetap melakukan pengawasan secara berkala. “Jika ditemukan adanya lonjakan permintaan atau indikasi gangguan distribusi, kita siap berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan pengecekan di lapangan guna mencegah praktik pelanggaran seperti penimbunan,” tuturnya.
Pertamina juga sudah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penambahan kuota LPG untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi masyarakat. “Tidak perlu khawatir. Stok tersedia dan distribusi lancar. Kami berharap masyarakat membeli secara bijak sesuai kebutuhan,” pesan Ridwan.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Kediri, Anwar Hidayat menegaskan komitmen Pertamina dalam menjaga ketersediaan LPG di wilayah Kediri, khususnya selama periode Ramadhan dan menjelang Lebaran.
Menurutnya, stok LPG di SPBE terus dipantau secara berkala. Sebagai contoh, di SPBE PT SAL saat ini terdapat stok sekitar 40 ton di tangki timbun. Selain itu, terdapat tambahan pasokan sekitar 15 ton sehingga total stok mencapai 55 ton.
“Stok ini terus dijaga secara kontinyu di setiap SPBE untuk memastikan distribusi tetap lancar,” jelas Anwar.
Ia juga mengungkapkan bahwa konsumsi LPG masyarakat biasanya meningkat selama bulan Ramadhan. Di wilayah Kota Kediri dan sekitarnya, peningkatan konsumsi diperkirakan mencapai sekitar 7 hingga 10 persen. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pertamina telah mengusulkan penambahan kuota fakultatif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan potensi kelangkaan dapat dihindari.
Anwar juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. “Kami mengimbau masyarakat membeli LPG secukupnya dan tidak menimbun di rumah,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga disarankan membeli LPG di pangkalan resmi Pertamina agar mendapatkan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp18.000 per tabung.

