Ampas Murka: Pemda Tutup Mata, Rakyat Tercekik Harus Bayar Biaya Penyeberangan Jalan!

 

Aceh Singkil : 10/12/2025

Kondisi masyarakat desa Pancang 2 kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil sangat memprihatinkan. Warga harus membayar Rp10.000 sekali melintas hanya untuk bisa melalui jembatan alternatif yang dibuat secara swadaya oleh warga Desa Pancang 2, Kecamatan Singkil Utara. Kabupaten Aceh singkil. Situasi ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat luas pengguna apalagi tanpa ada perhatian pemerintah terkesan diam membisu dan tak ada memberikan solusi.

Pertanyaan besar dari masyarakat pun muncul , di mana tanggung jawab pemerintah? Jalan dan jembatan adalah fasilitas publik yang seharusnya dijamin negara, bukan diserahkan kepada warga, Setiap hari ratusan warga melintasi jalur tersebut untuk berangkat kerja, bersekolah, dan berobat. Namun hingga kini, pemerintah tetap bungkam. Kondisi ini dinilai sebagai pembiaran yang menyakitkan dan melukai hati masyarakat karna rasa tak ada keadilan yang di dapat

Rahman Syafi’i selaku Jubir Ampas menyampaikan bahwa masyarakat tidak menuntut hal yang mewah. Mereka hanya menuntut keadilan dan kepastian akses jalan tanpa pungutan satu rupiah pun.

Kami tidak butuh janji, kami butuh bukti. Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut karena sudah banyak masyarakat yang resah dan keberatan,” tegas Rahman.

Lebih lanjut, Rahman mendesak Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi agar segera turun tangan dan mengambil alih pengelolaan jalan serta jembatan alternatif tersebut, sehingga dapat dilalui secara gratis oleh masyarakat.luas

Hingga berita ini diungggah menurut keterangan , Rahman Syafi’i ,belum ada solusi dari pihak Pemda Aceh Singkil Pungkas ,Nara Sumber Rahman Syafi’i jubir Ampas dengan nada kesal

( Tim )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *