SKALA BESAR DI MADURA JEMBATAN DAN INFRASTRUKTUR DIPERCEPAT LEWAT KARYA BAKTI 2026

SURABAYA 13 Agustus 2026 Pembangunan di Pulau Madura kembali dikebut. Tahun 2026 ini TNI AD bersama Pemprov Jawa Timur meluncurkan _Karya Bakti Skala Besar 2026_ yang menargetkan puluhan proyek fisik, salah satunya pembangunan *33 jembatan* baru di berbagai titik Madura.

Program ini digagas sebagai bentuk nyata percepatan pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain jembatan, paket proyeknya juga mencakup 52 sumur bor, 20 rumah ibadah, 20 sekolah, empat panti asuhan, serta renovasi 400 unit Rumah Tidak Layak Huni beserta fasilitas MCK.

Fokus Infrastruktur dan Konektivitas
Di sisi jalan nasional, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim-Bali juga sedang melaksanakan pelebaran Jembatan Blega di Sampang. Jembatan yang selama ini jadi titik kemacetan karena hanya selebar 6 meter itu akan diperlebar menjadi 9 meter.
Struktur baru menggunakan flat slab dengan tiang pancang sedalam 34 meter agar mampu menampung kendaraan besar seperti kontainer. 6cfb

Pelebaran ini masuk dalam paket rekonstruksi jalan sepanjang 5,267 Km dan rehabilitasi 3 jembatan total 38,30 meter di wilayah Bangkalan–Sampang.
Selama pengerjaan, lalu lintas tetap dibuka dan pengendara dihimbau berhati-hati.

Didalam pelaksanaan ini ada dukungan Anggaran dan Program Sosial
Untuk rumah tidak layak huni, Pemprov Jatim mengalokasikan renovasi 377 unit RTLH khusus Madura di 2026. Rinciannya: 94 unit di Bangkalan, 94 unit di Sampang, 94 unit di Pamekasan, dan 95 unit di Sumenep. Bantuan per unit Rp25 juta dengan total anggaran Rp42,5 miliar. Ujarnya

Tak hanya fisik, Tim media Jatimexspos Investigasi Karya Bakti juga menyasar layanan sosial operasi katarak dan bibir sumbing, khitan massal, donor darah, pelayanan kesehatan gratis, bantuan mesin irigasi, penanaman 2.000 pohon trembesi, hingga penyaluran kursi roda dan kaki palsu. Imbuhnya .

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin menyebut program ini sebagai bentuk pengabdian TNI membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan wilayah. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menambahkan, semua proyek ini adalah kebutuhan langsung masyarakat.

Madura dan Ikon Jembatan Suramadu
Pembangunan skala besar ini melengkapi peran Jembatan Suramadu sepanjang 5,4 km yang sejak 2009 jadi penghubung utama Surabaya–Bangkalan. Jembatan dengan bentang utama cable stayed 434 meter dan menara 140 meter itu memangkas waktu tempuh jadi hanya 10 menit.

Kini perhatian pemerintah bergeser ke pemerataan di dalam pulau. Potensi investasi di kawasan Suramadu dan Kawasan Khusus Madura ditaksir mencapai Rp53 triliun, dengan proyek yang ditawarkan meliputi pelabuhan, jalan tol, kawasan industri di Labang dan Klampis, hingga CBD dan perumahan.

Dengan 33 jembatan baru, pelebaran jembatan eksisting, dan ratusan renovasi rumah, diharapkan konektivitas antar kecamatan di 4 kabupaten Madura Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep semakin lancar dan ekonomi warga semakin bergerak. Anang tugasi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *