Statment Dandim 0809 Kediri terkait pelaksanaan KDMP di Kediri dipertanyakan Publik, mandeg nya pembangunan KDMP Desa Sumberejo jadi salah satu bukti. Siapa yang bertanggung jawab

Sumber foto referensi radar kediri

Kab. Kediri, jatim.expost.co.id — Menindak lanjuti pemberitaan yang dimuat oleh media jatim.expost.co.id terkait mandegnya pembangunan KDMP Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri beberapa saat yang lalu, kini publik mempertanyakan keseriusan Komandan Distrik Militer 0809 yang sempat viral dibeberapa media. Dimana dalam statment tersebut Dandim 0809 menyampaikan progres pembangunan KDMP di Kabupaten dan Kota Kediri yang selesai pada Bulan April 2026 ini.Berdasarkan hasil investigasi Tim Media dilapangan salah satu KDMP di Kabupaten Kediri yaitu KDMP Desa Sumberejo justru mandeg lebih dari 1 bulan. Hal ini menjadi salah satu sorotan publik, termasuk media jatim.expost.co.id. Diduga statment Dandim 0809 yang dimuat dari salah satu media hanya isapan jempol belaka, faktanya masih ada KDMP yang belum selesai dan bahkan mangkrak sampai akhir Bulan Mei 2026. Lantas darimana data yang diperoleh Dandim 0809 Kediri saat itu.Jangan sampai Program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam upaya percepatan peningkatan ekonomi dan penguatan ketahanan pangan stakeholder sekelas Dandim hanya menerima laporan tanpa adanya pengawasan yang dapat dipertanggung jawabkan. Statment Dandim ini sangat penting, mengingat dalam pelaksanaan salah satu PSN TNI menjadi pilar guna penguatan ekonomi dan ketahanan pangan. Akan tetapi faktanya masih jauh dari harapan.Mengingat pada pembangunan KDPM jelas terpampang foto Presiden Prabowo Subianto sebagai semangat dalam pelaksaan KDMP dalam peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan. Akan tetapi faktanya masih jauh dari harapan. Lantas siapa yang bertanggung jawab?Mandeknya pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, memunculkan pertanyaan terkait pengawasan pelaksanaan program strategis nasional di tingkat daerah. Proyek yang sebelumnya disebut masuk dalam percepatan pembangunan koperasi desa itu hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan, meski sempat ditargetkan rampung pada April 2026.Sorotan publik mengarah pada pelaksanaan dan pengawasan proyek setelah sebelumnya Komando Distrik Militer (Kodim) 0809/Kediri menyampaikan dukungan terhadap percepatan pembangunan KDMP sebagai bagian dari program penguatan ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional.Namun kondisi di lapangan menunjukkan situasi berbeda.Berdasarkan pantauan media ini di lokasi proyek di Jalan Kantil, Desa Sumberejo, pembangunan tampak berhenti total. Tidak terlihat aktivitas pekerja maupun pengerjaan lanjutan pada bangunan yang sebelumnya diproyeksikan menjadi pusat penguatan ekonomi desa tersebut. Sejumlah material bangunan terlihat terbengkalai di area proyek. Beberapa bagian bangunan juga tampak belum selesai dikerjakan. Warga sekitar menyebut kondisi itu telah berlangsung cukup lama tanpa penjelasan resmi dari pihak terkait.

“Sudah lama berhenti. Kalau memang targetnya April selesai, sekarang kenyataannya seperti ini,” ujar seorang warga di sekitar lokasi proyek.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program KDMP di lapangan. Terlebih, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebelumnya disebut aktif mendorong percepatan program tersebut. Nama Dandim 0809/Kediri turut menjadi perhatian karena sebelumnya dinilai aktif memonitor pembangunan KDMP di wilayah Kabupaten Kediri. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan maupun mandeknya pembangunan di Desa Sumberejo. Di sisi lain, sejumlah sumber yang dihimpun media ini menyebut anggaran urukan proyek disebut telah diserahkan kepada Kepala Desa Sumberejo. Informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait. Belum diketahui secara pasti penyebab terhentinya pembangunan, apakah dipicu persoalan teknis, administrasi, pencairan anggaran, atau faktor lain. Minimnya keterbukaan informasi dinilai memicu spekulasi di tengah masyarakat. Media ini telah berupaya meminta konfirmasi kepada Babinsa setempat terkait perkembangan proyek dan pengawasan pembangunan KDMP. Namun hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi. Dorongan agar aparat pengawas internal pemerintah maupun aparat penegak hukum melakukan penelusuran terhadap pelaksanaan proyek mulai menguat. Penelusuran dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran dan realisasi pekerjaan berjalan sesuai ketentuan. Seorang pengamat kebijakan publik yang enggan disebutkan namanya menilai proyek strategis nasional berbasis desa tidak boleh berjalan tanpa pengawasan ketat.

“Kalau memang sebelumnya ada target resmi selesai April, maka publik berhak mengetahui penyebab keterlambatan dan siapa yang bertanggung jawab atas mandeknya proyek tersebut,” ujarnya.

Program KDMP merupakan bagian dari agenda nasional untuk memperkuat koperasi desa, distribusi pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Program tersebut juga dikaitkan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat desa. Karena itu, mandeknya pembangunan KDMP di Desa Sumberejo dinilai bukan sekadar persoalan proyek fisik, melainkan juga menyangkut efektivitas pengawasan program pemerintah di daerah. Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Sumberejo, pihak pelaksana proyek, maupun Dandim 0809/Kediri belum memberikan keterangan resmi terkait mandeknya pembangunan Gedung KDMP tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada seluruh pihak terkait.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *