Kondisi SDN Desa Sipola Kecamatann Singkohor Sangat Memprihatinkan, publik desak Dinas Pendidikan Aceh Singkil Kroscek lapangan.

Aceh Singkil, jatim.expost.co.id (16/7/2026) —- Kondisi Sekolah SDN. Desa Sipola Kecamatan Singkohor terlihat Sangat Memprihatinkan Mohon agar Dinas Pendidikan dan kebudayaan Aceh Singkil untuk turun langsung melihat ke lokasi sekolah SD Negeri Desa Sipola.

Dari hasil investigasi Tim Media dilapangan kondisi SD Negeri Desa Sipola sangat memprihatinkan. Terlihat halaman dan sekeliling sekolah ditumbuhi semak belukar dan seperti sekolah terlantar yang tidak bertuan, bukan hanya itu kerusakan juga terlihat jelas pada bagian atap/plafon dan kaca sekolah juga sudah pecah. Fasilitas lain seperti Kamar Mandi dan toilet sekolah egitu juga sangat kotor.

Dari hasil keterangan yang diperoleh dilapangan kerusakan sekolah bukan tidak dirawat, akan tetapi adanya pengerusakan oleh orang yang tidak dikenal.

“Rusaknya sekolah dan fasilitas sekolah ini bukan karena tidak di pedulikan oleh para dewan guru yang mengajar di SD Negeri ini. Akan tetapi kita menduga di rusak oleh masyarakat yang tidak kami ketahui.” ucapnya.

“Sedangkan untuk biaya perawatan dan kebersihan lingkungan sekolah ini kami tidak ada anggarannya, sementara adapun beberapa pohon sawit yang seharus hasilnya itu bisa membantu untuk , dana kebersihan seperti beli racun untuk menyemprot lokasi sekolah , namun sangat kami sayang kan, hasil sawit yang ada di lokasi sekolah ini tidak pernah kami yang mengambil hasilnya.” Tambahnya

Diduga yang hasil sawit di lokasi sekolah ini juga telah diambil oleh masyarakat setempat.

Seharusnya kepala sekolah ini bisa laporkan ke Kepala Desa setempat, dikarenakan itu merupakan aset sekolah. Jangan kan tentang buah sawit sedangan perpustakaan di sekolah ini sudah pernah di bobol oleh masyarakat yang tidak kami ketahui dan kami sudah laporkan ke Polsek Singkohor, akan tetapi sampai saat ini tidak ada tanggapan, dari pihak Polsek pungkasnya

Keterangan dari salah satu guru SB. Tindakan pengerusakan sekolah dan penjarahan kebun sawit mereka enggan untuk menegur dikarenakan takut apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kami disini tidak bisa banyak bicara apabila kami adakan teguran imbasnya sama kami, kami yang akan jadi sasaran masyarakat.” Tutupnya

Oleh karena itu kami hanya melaksanakan tugas kami untuk mengajar siswa yang di sekolah ini sebagai mana mestinya saja.

Terpantau para guru di SD Negeri ini banyak tidak aktif mengajar baik dari lulusan PPPK, dan SDN yang sudah lama mengajar di sekolah ini.

Menurut keterangan dari guru yang hadir, untuk guru mengajar di SD Negeri Desa Sipola ini ada 11 orang namun pada kamis (16/7/2026) yang hadir hanya 3 orang guru saja, Kepala Sekolah pun juga tidak hadir pada saat itu. Diduga permasalahan ini sudah lama terjadi di SD Negeri Sipola, akan tetapi karena lemahnya pengawasan jadi jarang dilihat oleh masyarakat.

Salah satu guru yang ditemui Tim Media juga menuturkan kalau SD Negeri Sipola ini memang sangat jarang di datangi oleh para wartawan, melalui wartawan selaku kontrol sosial salah satu guru di SD Negeri Sipola sangat berharap apa yang mereka keluhkan mendapat perhatian dari dinas terkait dan juga Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.

Selain kondisi sekolah para guru juga sangat prihatin dengan kondisi para siswa di Desa Sipola. Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) juga belum dapat dirasakan oleh para siswa di SD Negeri Sipola sampai dengan saat ini.

“Kurang lebih program MBG sudah berjalan sekitar 1 Tahun namun Siswa di SDN Desa Sipola ini sama sekali belum pernah merasakan bagaimana rasanya MBG itu. Saya sangat prihatin melihat anak anak, siswa kami disini, teman siswa mereka di luaran sana sudah menikmati bantuan MBG dari pemerintah, sementara siswa kami disini hanya menjadi pendengar dan penonton saja.” Tutup nya.

( D, S)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *