Kirab budaya menjadi lambang persatuan dan keberagaman Dusun Kedung Jumputrejo Gelar Ruwah Dusun

 

SIDOARJO  Tradisi Ruwah Dusun atau sedekah bumi sebagai warisan budaya leluhur terus dilestarikan oleh masyarakat Dusun Kedung, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai upaya menjaga nilai-nilai tradisi sekaligus mengenalkan budaya kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin digital.

Pada tahun ini, rangkaian kegiatan Ruwah Dusun dilaksanakan selama dua hari. Pada Jumat (3/4), warga menggelar hiburan sound horeg yang diinisiasi oleh para pemuda setempat.

Sementara pada Sabtu (4/4/2026), digelar kirab budaya yang meriah, dilanjutkan dengan pertunjukan ludruk.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang menampilkan wayang kulit, tahun ini variasi acara disesuaikan dengan minat masyarakat.

Antusiasme warga Dusun Kedung terlihat luar biasa. Sepanjang jalan yang dilalui kirab budaya dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan arak-arakan yang menjadi tontonan menarik dan penuh nilai budaya.

Muhammad Rudiun, mewakili ketua panitia, menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Ruwah Dusun mampu mempersatukan seluruh warga dalam satu momentum kebersamaan.

“Tujuan dilaksanakan Ruwah Dusun ini adalah untuk nguri-uri budaya warisan leluhur agar tetap berkembang dan dikenal oleh generasi muda sebagai penerus bangsa,” ujar Rudiun.Sabtu (4/4/2026)

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara pemuda dan masyarakat.

“Jumat kemarin ada sound horeg dari teman-teman pemuda, dan untuk hari ini warga menginginkan adanya pagelaran ludruk,” tambahnya.

Ke depan, pihak panitia berharap acara serupa dapat digelar lebih meriah dan sukses.

“Harapannya tahun depan bisa lebih hidup dan semarak lagi, khususnya di Pedukuhan Kedung dan Desa Jumputrejo pada umumnya,”tuturnya.
(Sh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *