Kantor Dinas Pasar Krian Kembali Disorot, Klaim Pegawai Tak Sinkron dengan Keterangan Pedagang.

Sidoarjo, 28 April 2026 — Jatimexpost.co.id || Menindaklanjuti pemberitaan terkait kondisi Kantor Dinas Pasar Krian yang pada Senin (27/04/2026) dalam keadaan tertutup dan belum terlihat adanya aktivitas pelayanan pada jam kerja dinas, tepatnya pada pukul 08.41 WIB, pada Selasa (28/04/2026) kantor tersebut kembali didatangi guna melakukan konfirmasi lanjutan atas kondisi pelayanan yang sempat disorot.

Dari hasil penelusuran di lapangan, salah satu pegawai menyampaikan bahwa Kepala Dinas Pasar Krian, Ikhsan, tidak berada di tempat karena tengah izin untuk keperluan keluarga.

“Pak Ikhsannya sedang nyelawat di saudaranya, tadi beliaunya izin,” ujar pegawai tersebut.

Lebih lanjut, pegawai itu menjelaskan bahwa sistem kehadiran (cek lok) tidak lagi dilakukan secara manual di kantor, melainkan melalui sistem online

Ia juga mengklaim bahwa meskipun kantor belum dibuka, sejumlah pegawai telah bekerja sejak pagi dengan melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di area pasar lama.

“Kami tetap berangkat pagi, tapi langsung keliling pasar lama untuk mendata kenaikan harga sembako. Memang di kantor tidak ada petugas karena kekurangan pegawai. Nanti sekitar jam setengah sepuluh baru kembali untuk membuka kantor,” jelasnya.

Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan keterangan sejumlah pedagang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa pedagang mengaku tidak pernah didatangi petugas untuk pendataan harga sebagaimana yang disampaikan pihak pegawai.

“Tidak pernah ada yang tanya harga, Mas.Kalau retribusi tetap bayar, tapi kadang dikasih karcis, kadang juga tidak, tidak menentu,” ungkap salah satu pedagang.

Hal senada disampaikan pedagang bumbu seperti cabai dan tomat. Mereka menyebut petugas justru lebih sering datang pada siang hari untuk menarik retribusi, bukan melakukan pendataan harga di pagi hari.

“Kalau nanya harga tidak pernah, biasanya siang baru ada petugas datang, itu pun untuk minta retribusi,” ujarnya.

Perbedaan keterangan antara pihak pegawai dan pedagang ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kinerja serta kedisiplinan aparatur di lingkungan Kantor Pasar Krian. Kondisi kantor yang belum beroperasi pada jam pelayanan serta minimnya kehadiran petugas semakin memperkuat indikasi lemahnya pengawasan dan manajemen pelayanan publik.

Situasi ini mendorong perlunya evaluasi menyeluruh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo terhadap kinerja aparatur di unit pengelola pasar.

Transparansi, kedisiplinan, serta kehadiran nyata dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat merupakan prinsip dasar yang harus dijalankan secara konsisten.

Masyarakat dan para pedagang pun berharap adanya pembenahan yang konkret dan berkelanjutan, agar pelayanan di lingkungan pasar dapat berjalan sesuai ketentuan, profesional, serta tidak merugikan pihak yang bergantung pada aktivitas pasar setiap harinya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *