Fasilitas umum di SMK Negeri 1 Udanawu jadi sorotan. Dana BOS nya kemana?

Kab. Blitar — Dunia Pendidikan kita bukan hanya fokus pada nilai akademis dan prestasi saja, pelayanan publik sebagai salah satu fasilitas dilingkungan sekolah juga harus menjadi satu bagian yang tidak boleh dipisahkan. Dengan Lingkungan sekolah yang bersih selain sehat diharapkan juga memberikan rasa nyaman bagi lingkungan sekolah. Kebersihan sebagian dari Iman bukan hanya slogan semata, dan ini menjadi tanggung jawab bersama.

Pemandangan ini sangat berbeda, dengan apa yang terjadi di SMK Negeri 1 Udanawu Kabupaten Blitar. Meski penyerapan Dana BOS untuk kegiatan perawatan Sarana dan Prasarana (Sarpras) cukup besar. Akan tetapi beberapa Fasumnya terlihat kotor dan terkesan adanya pembiaran. Yang sangat disayangkan lagi Fasilitas Umum tersebut berada tepat didepan lobi masuk SMK Negeri 1 Udanawu.

Dua buah wastafel yang difungsikan sebagai tempat cuci tangan tepat didepan lobi terlihat kotor, berjamur dan salah satu kran airnya rusak. Kebersihan dan kerusakan fasum pada titik sentral terkesan dibiarkan begitu saja oleh pihak sekolah. Hal tersebut sangat disayangkan, padahal tempatnya sering dilewati banyak orang termasuk tamu yang datang ke kantor SMK Negeri 1 Udanawu

Perlu diketahui bersama, pada Tahun 2025 anggaran yang dianggarkan oleh SMK Negeri 1 Udanawu untuk perawatan sarana dan prasarana sekolah yang bersumber dari Dana BOS cukup besar, sekitar Rp. 242.946.000,-. Besarnya anggaran Sarpras diduga belum mampu membiayai untuk perawatan 2 wastafel yang berada di depan lobi kantor SMK.

Kejadian menimbulkan pertanyaan yang lebih lanjut, dimana fasum yang ada didepan lobi kantor SMK saja terkesan dibiarkan, lantas bagaimana dengan fasum atau sarpras yang ada didalam dan tidak terlihat publik. Benarkah pengelola Dana BOS di SMK Negeri 1 Udanawu sudah tepat sasaran atau ada penyimpangan. Beberapa pihak sangat menyesalkan hal ini bisa terjadi dilingkungan sekolah, apalagi letaknya ditempat yang setiap hari dilewati banyak orang saja terkesan dibiarkan kotor dan mangkrak. (Bersambung)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *