
Kota Kediri, jatim.expost.co.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berhasil melakukan pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal melalui kegiatan operasi terpadu bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Kediri dan Polres Kediri Kota pada tanggal 1 hingga 2 Juli 2026. Melalui sidak gabungan tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 6.896 batang rokok ilegal dari empat lokasi di wilayah Kota Kediri.
Paulus Luhur Budi, Kepala Satpol PP Kota Kediri, menjelaskan hasil operasi menunjukkan rokok ilegal masih beredar di seluruh wilayah kecamatan di Kota Kediri. Empat lokasi yang menjadi sasaran penindakan terdiri atas dua tempat di Kecamatan Kota, satu tempat di Kecamatan Pesantren, dan satu tempat di Kecamatan Mojoroto.
“Temuan ini menunjukkan masih adanya masyarakat yang mengedarkan rokok ilegal. Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi menjual, menerima, maupun mengedarkan rokok ilegal karena tindakan tersebut memiliki konsekuensi hukum,” ujarnya saat press release hasil penindakan operasi pemberantasan BKC ilegal di ruang rapat KPPBC TMC Kediri, Kamis (2/7).
Paulus menambahkan, para pelaku umumnya memasarkan rokok ilegal melalui toko kelontong. Operasi gabungan dilaksanakan secara mendadak (sidak) tanpa pemberitahuan sebelumnya dengan sasaran toko kelontong, lapak penjual, serta lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran rokok ilegal.
Sementara itu, Moh Rifai, Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama KPPBC TMC Kediri, menegaskan pihaknya terus berkomitmen memerangi peredaran barang kena cukai ilegal sebagai upaya melindungi penerimaan negara dari sektor cukai. Dari hasil penindakan tersebut, nilai barang yang diamankan mencapai Rp10.464.560 dengan estimasi potensi kerugian negara sebesar Rp 6.842.689.