
Kota Kediri, jatim.expost.co.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, melalui Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) memaksimalkan pengelolaan sampah di TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sebagai upaya untuk mengurangi volume sampah yang akan masuk ke TPA (tempat pembuangan akhir) di kota ini.
“Kami mengoptimalkan fungsi TPS 3R yang kami miliki. Seluruh sampah yang ada sudah naik ke truk dan diolah di TPS 3R,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Indun Munawaroh.
Indun mengungkapkan Kota Kediri memiliki sembilan lokasi TPS 3R. Kondisi TPS tersebut juga sangat baik sehingga diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang akan dimasukkan ke TPA.
“Dalam sehari rata-rata volume sampah yang ada di Kota Kediri sekitar 150 ton. Mayoritas sampah yang dihasilkan adalah sampah rumah tangga,” ujarnya.
Di lokasi TPS 3R tersebut, Indun mengatakan sampah akan dipilah berdasarkan jenisnya. Jika sampah organik bisa diolah untuk dijadikan pupuk, begitu juga dengan sampah plastik dan kertas bisa diolah lagi.
“Sampah organik itu bisa diolah di TPS 3R untuk dijadikan kompos. Ada juga residu. Kalau residu lebih tahan lama, yang bau itu organik,” kata dia.
Akibat dari hal itu, layanan untuk pembuangan sampah ke TPA tersendat sekitar enam hari. Petugas tidak dapat masuk ke TPA, karena jalan menuju ke lokasi itu diblokade oleh warga.
Warga meminta kompensasi sebesar Rp2 juta per KK, namun oleh pemerintah daerah masih dilakukan kajian terkait kompensasi.
Indun meminta maaf dengan adanya masalah tersebut dan masih terus melakukan komunikasi dengan warga.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah secara sendiri-sendiri atau bersama-sama dapat memberikan kompensasi kepada orang sebagai akibat dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan penanganan sampah di tempat pemrosesan akhir sampah.
Ia pun meminta warga juga sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi di tepi jalan. Jika membuang sampah, warga bisa ke lokasi TPS terdekat. Selain itu, warga juga bisa meminimalkan sampah rumah tangga.



