ACEH SINGKIL :8/2/2026
Publik Kabupaten Aceh Singkil kembali diguncang oleh isu dugaan asusila yang menyeret seorang oknum wakil rakyat. Anggota DPRK berinisial H, yang diketahui merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN), dikabarkan menjadi korban pengeroyokan warga setelah dituding terlibat perselingkuhan dengan seorang wanita bersuami.
Peristiwa ini menjadi sorotan tajam lantaran hingga saat ini, korban yang merupakan pejabat publik tersebut belum menempuh jalur hukum terkait penganiayaan yang dialaminya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula pada Minggu (25/1/2026) sore di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah. Berikut adalah poin-poin utama peristiwa tersebut:
H dituduh warga melakukan perbuatan tidak patut dengan seorang wanita berinisial G.
Saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa H sempat dipukul bertubi-tubi hingga mengalami luka-luka (babak belur) tanpa memberikan perlawanan berarti.
Seorang warga berinisial BM turut menyatakan keberatannya karena menduga istrinya pun pernah digoda oleh oknum dewan tersebut di masa lalu.
Meskipun H secara terbuka melalui media visual lokal membantah tuduhan zina tersebut dan mengklaim dirinya sebagai korban fitnah serta penjebakan, sikapnya yang tidak melaporkan kasus penganiayaan ke pihak kepolisian memicu spekulasi di tengah masyarakat.
“Seorang anggota dewan yang terhormat dianiaya secara fisik dan dituduh berzina. Jika itu fitnah, seharusnya dilaporkan secara hukum. Ketidakhadiran laporan polisi inilah yang memicu opini liar di masyarakat,” ujar salah satu pengamat sosial setempat.
( D, S)





