Ruwah Desa Panjunan Sukodono Lestarikan Budaya Wayang Kulit

Sidoarjo, 7 Februari 2026 — Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Pendopo Kantor Desa Panjunan, Kecamatan Sukodono, pada Sabtu malam.

Ribuan warga memadati area pendopo untuk mengikuti rangkaian tradisi tahunan Ruwah Desa Panjunan yang kembali digelar sebagai wujud syukur dan pelestarian budaya.

Acara resmi dibuka sekitar pukul 19.00 WIB dengan prosesi doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi simbol ungkapan terima kasih atas berkah hasil bumi serta harapan keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh warga desa.

Rangkaian pembukaan dihadiri unsur pemerintah desa dan kecamatan, mulai kepala desa H. Ahwan, S.H., Bu Camat Ineke Dwi Setiawati, S.STP., M.P.A., Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPD, hingga Forkopimka Kecamatan Sukodono.

Sambutan diawali oleh Kepala Desa Panjunan, H. Ahwan, S.H. Pada momentum Ruwah Desa kali ini, ia menyampaikan pisah pamit menjelang berakhirnya masa jabatannya.

Ia mengucapkan terima kasih atas kekompakan dan dukungan warga selama masa kepemimpinannya, sekaligus memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan dan pembangunan desa.

“Ruwah Desa ini bukan hanya tradisi, tetapi wujud rasa syukur dan kebersamaan warga. Menjelang akhir masa jabatan saya, terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat. Saya mohon maaf jika selama memimpin masih ada kekurangan. Semoga Pilkades nanti berjalan aman, jujur, dan tetap menjaga persatuan desa,” ujar H. Ahwan, S.H.

Ia juga berharap pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) tahun ini dapat berjalan lancar dan kondusif. Menurutnya, kedewasaan dalam berdemokrasi penting agar perbedaan pilihan tidak memecah kerukunan masyarakat.

Suasana semakin haru saat prosesi pemberian kenang-kenangan dari ibu-ibu kader desa dan kader posyandu kepada H. Ahwan, S.H sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya. Penyerahan cinderamata disambut tepuk tangan warga yang memadati pendopo.

Turut memberikan sambutan, Camat Sukodono Ineke Dwi Setiawati, S.STP., M.P.A. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Ruwah Desa yang berlangsung tertib dan penuh kebersamaan. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat.

“Ruwah Desa Panjunan menunjukkan kuatnya budaya dan gotong royong masyarakat. Kami mengapresiasi pelaksanaan yang tertib dan penuh kebersamaan. Di tahun politik ini, mari jaga suasana tetap kondusif, hindari konflik dan provokasi, serta terus perkuat sinergi antara pemerintah dan warga,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kecamatan terus mengupayakan percepatan perbaikan jalan raya di wilayah Sukodono guna meningkatkan mobilitas dan keselamatan warga.

Ketua panitia penyelenggara, Andy Sonatha, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas partisipasi seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan acara. Ia menegaskan keberhasilan kegiatan merupakan hasil gotong royong bersama.

Puncak acara diisi pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Suparno Hadi dari Karangandong, Gresik, yang membawakan lakon Makutharama dengan pesan kepemimpinan, keadilan, dan tanggung jawab moral seorang pemimpin terhadap rakyatnya.

Rangkaian Ruwah Desa Panjunan berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan hingga akhir acara. Tradisi tahunan ini kembali menegaskan kuatnya nilai gotong royong serta kearifan lokal masyarakat dalam menjaga warisan budaya.

Warga dari berbagai usia tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, menjadikan momentum Ruwah Desa tidak hanya sebagai ritual syukur, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi dan persatuan antarwarga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *