DPRK Aceh Singkil Turun Tangan Gelar RDPU Maraton Sengketa Dua Perusahaan Raksasa Kebun Kelapa Sawit

‎

Aceh Singkil : JatimXpost co, id : 4/11/2026

Konflik lahan Pertanian Kebun Kelapa sawit berkepanjangan antara petani dengan korporasi sawit di Aceh Singkil akhirnya mendapat atensi serius dari wakil rakyat.
‎
‎Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil secara resmi turun tangan dan akan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk membedah tuntas sengketa Hak Guna Usaha (HGU).
‎
‎Langkah tegas ini tertuang dalam surat undangan resmi Nomor: 005/2276/DPRK/2026 yang ditandatangani langsung oleh Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil, H. Wartono, S.H, tertanggal 03 November 2026.
‎
‎DPRK mengundang Perwakilan Pengurus SOMASI Kabupaten Aceh Singkil sebagai representasi suara petani untuk hadir langsung memberikan keterangan.
‎
‎RDPU krusial ini akan digelar secara maraton dalam dua sesi pada Kamis, 05 November 2026, di Ruang Rapat Komisi II DPRK Aceh Singkil.
‎
‎Sesi pagi, Soroti PT. Delima Makmur
‎Pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, forum akan fokus membahas sengkarut HGU PT. Delima Makmur dengan Kelompok Tani dan Masyarakat. Ini menjadi angin segar bagi petani yang sudah lama ingin mendapatkan penyelesaian bahkan bertahun-tahun sudah menyuarakan hak atas lahan.tak dapat penyelesainya,
‎

‎Sesi Sore, Giliran PT. Dalanta
‎Tak berhenti di situ, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, giliran konflik HGU PT. Dalanta dengan Kelompok Tani dan Masyarakat yang akan dibedah tuntas.
‎
‎Pemanggilan dua korporasi sawit raksasa dalam satu hari menjadi bukti nyata keseriusan DPRK Aceh Singkil, khususnya Komisi II, dalam menyelesaikan sengketa agraria yang selama ini menjadi isu paling sensitif dan berlarut-larut di Bumi Syekh Abdurrauf As-Singkili.
‎
‎Kehadiran SOMASI dinilai menjadi kunci. Dewan membutuhkan data valid, fakta lapangan, dan kronologi konflik langsung dari suara petani.
‎
‎”DPRK berharap semua pihak dapat hadir bersama untuk mencari solusi terbaik,” demikian bunyi harapan dalam surat undangan tersebut.
‎
‎Kini, publik bertanya-tanya. Apakah RDPU maraton ini akan menjadi titik terang dan akhir dari konflik lahan yang telah lama membayangi petani Aceh Singkil?
‎
‎Semua mata akan tertuju ke Ruang Rapat Komisi II DPRK Aceh Singkil, Kamis mendatang.

( D, S)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *