pemalsuan data desa di Jenu untuk bantuan petani laut Atau nelayan* investigatif yang kuat dan Diduga Penyelewengan BBM Solar

 

TUBAN,  3 Oktober 2026 Dugaan praktik pemalsuan data penerima bantuan kembali mencuat di wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Kali ini menyeret data petani laut atau nelayan kecil yang disebut-sebut dimanipulasi oleh oknum di tingkat desa. Setelah tim media jatimexapos Investigasi .Fakta terjadi manipulasi .
3 Oktober 2026

Informasi yang dihimpun, sejumlah nama yang terdaftar sebagai penerima bantuan untuk petani laut di salah satu desa di Jenu diduga bukan merupakan nelayan aktif.

Dimana pelaku pengangsu dengan alasan pemilik surat lagi berlayar , Sangat janggal sekali alasannya Sebaliknya, nelayan yang benar-benar melaut setiap hari justru tidak terdata.Ujarnya

“Yang dapat bantuan malah orang yang tidak pernah ke laut. Kita yang tiap hari melaut malah tidak dapat. Data dari desanya yang salah,” keluh salah satu nelayan Jenu yang meminta namanya tidak ditulis, Jumat (3/10).

Modus dugaan pemalsuan ini dilakukan dengan cara memasukkan nama keluarga atau kerabat yang tidak berprofesi sebagai nelayan ke dalam daftar penerima bantuan BBM solar bersubsidi, alat tangkap, hingga bantuan langsung tunai (BLT) nelayan.

Akibatnya, penyaluran bantuan menjadi tidak tepat sasaran dan merugikan nelayan asli.

Kepala Desa di wilayah Jenu yang dikonfirmasi terkait hal ini mengaku masih akan melakukan pengecekan ulang data.

“Kita cek dulu, data itu kan dari bawah RT/RW. Kalau ada yang salah nanti kita perbaiki,” ujarnya singkat.

 

Sementara itu, warga mendesak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tuban serta Inspektorat untuk turun melakukan audit dan verifikasi faktual di lapangan.

Pemerhati kebijakan publik dari UNAIR menyebut, jika terbukti ada pemalsuan data, hal itu bisa masuk kategori penyalahgunaan wewenang dan merugikan keuangan negara.

Penulis Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *