Tragedi Karbala. Luka sejarah yang memukau hati, tapi sering dilupakan banyak kaum Muslimin.

 

JAKARTA 73 jiwa setia yang memilih berdiri bersama Imam Husain bin Ali. Di tengah padang Karbala, mereka dikepung ribuan pasukan Yazid bin Muawiyah. Satu per satu gugur, sampai Imam Husain sendiri syahid di penggal oleh Syimr, pasukan Yazid.

Pahitnya: yang mengangkat pedang itu masih keturunan dari sahabat kakek beliau, Rasulullah SAW.

Tapi Karbala bukan soal kalah menang. Imam Husain jadi simbol kebenaran. Jadi simbol kebinekaan. Karena pengikutnya datang dari semua lapisan: beda ras, beda latar, beda suku. Bersatu hanya karena satu kalimat: membela keadilan.

_

Labbaik Ya Husain._

Hari ini kita teguhkan janji yang sama. Teruskan perjuangan beliau:
Anti kekerasan. Anti rasialisme. Anti kesukuan. Anti golongan karena harta.
Cinta damai. Cinta tanah air.

Gibran Holic insyaAllah istiqamah mengikuti jejaknya. Malam ini tanggal 22 juli 2026 di Yayasan Al Muntazar jkt. red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *