Sidoarjo, Jawa Timur, – Suhu politik desa memasuki tahap krusial, dalam Pilkades Serentak 2026 sekabupaten Sidoarjo, setiap Calon Kepala Desa saat ini sedang melakukan kegiatan berkampanye, seperti yang di lakukan salah satu Cakades Kletek nomor urut 2 Ulis Dewi Purwanti S.Pd, pada Selasa pukul 16.00 melakukan kampanye di dusun Losari RW 01, yang tepatnya di kantor Balai RW 1, seperti kampanye yang sebelumnya Ulis Dewi menyampaikan Visi dan Misinya. dan acara di tutup pada pukul 17.00.

Untuk selanjutnya Cakades Kletek nomor urut 2 Ulis Dewi Purwanti melanjutkan safari kampanyenya, di dusun Losari RW 2 tepatnya di Balai RW 02, acara di mulai tepat pukul 19.00 dan di akhiri pada pukul 20.00, tetap sama dalam pidatonya, Ulis Dewi Purwanti menyampaikan Visi dan Misinya, setelah selesai kampanye dari dusun Losari Cakades nomor urut 2 Ulis Dewi, melanjutkan kampanye di dusun menyanggong selatan yang bertempatan di warkop Anugrah milik ketua RT 20 ( Nur Afandi ) nota Bene juga sebagai panitia Pilkades Kletek, namun acara untuk berkampanye tersebut di tolak dengan alasan yang tidak masuk akal, Ketua RT 20 Menyanggong Selatan ( Nur Afandi ) padahal sebelumnya Cakades nomor urut 02 sudah sowan ke ketua RT 20 tersebut untuk berkampanye di tempatnya, kenapa pada hari H , kok di tolak , ada apa ini..???
Penolakan dari pihak yang bertempatan untuk berkampanye Cakades ini jelas– jelas mencederai asas Demokrasi, ” kalau memang mulai awal tidak di perkenankan untuk berkampanye di situ , kami bisa pindah tempat yang lain, kenapa pas saat mau berkampanye kok langsung di tolak ini kan jelas — jelas diskriminasi salah satu Calon, padahal Bupati Sidoarjo sudah ultimatum untuk ketua RT maupun ketua RW , harus memberi ruang Cakades yang mau berkampanye, berarti sudah kelihatan bahwa Nur Afandi ini mau menjegal Cakades nomor urut 2 ( Ulis Dewi )” ujar pendukung Ulis yang tidak mau di sebut namanya.
Sementara itu saat di konfirmasi awak media Cakades nomor urut 2 Ulis Dewi mengatakan ” padahal saya sebelumnya sudah sowan langsung ke beliau, minta ijin untuk berkampanye di wilayahnya , dan beliau mempersilahkan , malah di kasih tempat di warkopnya, lha pas hari H nya kok di tolak dengan alasan karena dia anggota panitia Pilkades , padahal ini kampanye saya yang terakhir, ya sudah biarkan aja mas, biar warga sendiri yang menilai ,” papar Ulis pada awak media.




