SIDOARJO Jawa Timur, Pemilihan Kepala Desa ( Pilkades ) serentak 2026, Kabupaten Sidoarjo, sudah mulai memasuki tahap krusial, suhu politik desa mulai meningkat saat mendekati hari pencoblosan, sebetulnya pada hari Senin 18 mei , seluruh Cakades di berikan waktu untuk melakukan kampanye , kecuali Cakades Panjunan yang tidak mengadakan kampanye, menurut informasi yang beredar karena salah satu calon Cakades nomor urut 2 mengusulkan agar tidak di adakan kampanye, dengan alasan yang tidak jelas, namun kubu Cakades nomor urut 1 Vindi Ardi ( Risky ) tetap menghormati keputusan yang di usulkan rivalnya tersebut, ” saya menghormati usulan itu karena panitia penyelenggara kampanye.” ujar Risky.
Sementara itu kubu nomor urut 1 Vindi Ardi ( Risky ) mengatakan ” sebetulnya berkampanye itu sangat penting , karena warga bisa lebih dekat mengenal sosok calon pemimpin Desa , dan bisa mendengarkan visi dan misinya , serta bisa menjadi tolak ukur warga untuk memilih seorang calon pemimpin desanya. ” ujar Andik Sonatha salah satu pendukung no urut 1.
sementara itu Kardi, ayah dari Cakades nomor urut 1 Vindi Ardi ( Risky ) berpendapat ” tidak masalah gak ada kampanye itu juga lebih baik, bisa mengurangi biaya pengeluaran” ujarnya dengan nada senyum.
Walaupun tidak di laksanakan kampanye , para pendukung Cakades nomor urut 1, Vindi Ardi ( Risky ) tumpah ruah berkumpul di Posko Kemenangan, mulai dari anak muda sampai orang tua , serta para sesepuh desa panjunan.
Sementara itu ayah dari Cakades nomor urut 01 ( Kardii ) berpesan pada semua yang hadir agar pada tanggal 24 mei nanti di harapkan komitmennya untuk mencoblos nomor 1 Vindi Ardi Yuliandhoko ( Risky ) Kardi juga mengucapkan banyak — banyak terima kasih kepada para pendukung nomor 1 , yang rela untuk meluangkan waktunya untuk begadang di Posko Kemenangan.( red)




