Akses Jalan Dusun Meta Lumpuh, Warga Desa Manufui Desak Bupati dan DPRD TTS Hentikan Sikap Pilih Kasih

 

 

TIMOR TENGAH SELATAN    09/04/2026 Kamis  Masyarakat Desa Manufui, khususnya yang bermukim di Dusun Meta (RT 026 / RW 008), Kecamatan Santian, menyampaikan protes keras terkait kondisi infrastruktur jalan yang kian memprihatinkan.

Sebagai jalur penghubung utama, warga merasa selama ini dianaktirikan dalam pembangunan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kondisi jalan di Dusun Meta bukan sekadar rusak ringan, melainkan sudah sulit dilalui, padahal jalur ini merupakan nadi transportasi penting yang menghubungkan Desa Manufui menuju Desa Naifatu, pusat Kecamatan Santian, hingga akses ke ibukota Kabupaten TTS.

Jeritan Warga untuk Keadilan Pembangunan
Warga menilai pemerintah seolah menutup mata terhadap penderitaan yang mereka alami setiap hari.

Kami meminta dengan sangat kepada Bapak Bupati TTS dan para anggota DPRD TTS yang terhormat, tolong perhatikan nasib kami di sini.

Jangan hanya melihat kami dengan sebelah mata,” ungkap salah satu perwakilan warga setempat.

Kekecewaan warga memuncak karena merasa akses jalan di wilayah lain terus diperhatikan, sementara Desa Manufui seolah dibiarkan berjuang sendiri di tengah akses yang rusak parah.

Padahal, jalan ini adalah satu-satunya jalur bagi warga untuk mengangkut hasil bumi, akses kesehatan, dan urusan administrasi ke kecamatan

Tuntutan Masyarakat
Melalui rilisan ini, masyarakat Desa Manufui menuntut beberapa poin penting:

Peninjauan Langsung: Meminta Bupati TTS dan dinas terkait untuk turun ke lapangan melihat langsung kondisi di Dusun Meta.

Anggaran Perbaikan: Mendesak DPRD TTS untuk mengawal dan memastikan anggaran perbaikan jalan ini masuk dalam prioritas pembangunan tahun ini.

Kesetaraan: Menuntut penghapusan stigma “anaktiri” dengan memberikan kualitas aspal atau perbaikan jalan yang layak sebagaimana wilayah lainnya di TTS.

Kami juga warga TTS yang memiliki hak yang sama untuk menikmati jalan yang layak.

Jangan biarkan kami terus terisolasi karena infrastruktur yang hancur,” tambah warga.

Masyarakat berharap aspirasi ini segera direspons sebelum kerusakan jalan semakin parah dan memutus total aktivitas ekonomi antar-desa di Kecamatan Santian.

Warga RT 026/RW 008 Dusun Meta menunjukkan semangat kebersamaan dan kekompakan. Hari ini, warga turun tangan langsung melakukan kerja bakti di sepanjang jalan raya.

Meskipun hanya menggunakan peralatan seadanya, semangat warga sangat luar biasa. Kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan lingkungan, memotong rumput liar, dan membuang sampah agar jalan raya menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman dilalui oleh semua pengguna jalan.Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *